...and the story begin
KEINDAHAN YANG ABSURD
Sunday, June 25, 2006
 

Masih dalam hitungan detik, ketika aku menemukan cuilan keindahan yang terselip dibebatuan, ketika angan dilambung lambungkan di puncak tertinggi bernama langit. Langit biru indah berkilauan, berteman mentari menghangatkan. Dari langit aku bisa melihat segala keindahan dengan nyaman, melihat gugusan bintang dari dekat di waktu malam. Menikmati dinginnya tak sendirian. Tapi sayang keindahan ini membuatku terkadang kehilangan makna keindahan itu sendiri. Keindahan dalam makna apa sebenarnya yang aku rasa saat ini?

Angin...
Kau memberi lebih dari apa yang aku harapkan. Meski aku menempatkan harapku sendiri pada sol sepatu bututku. Sudah panjang jalan sol sepatu ini, menginjak apapun yang ingin ia injak. Entah itu bunga, atau tahi kucing sekalipun. Biarlah...aku memang sudah terlalu letih berharap. Sayapku patah, ada borok di sana. Kau menawarkan jasa roller coastermu untuk aku sejenak menikmati ketinggian itu. Cepat saja, hitungan detik, berputar putar, kemudian aku sudah di bawah lagi. Dengan mual yang tertahan, kepala berputar, dan tungkai kaki yang gemetar, kemudian terhuyung sendirian. Terjerembab dalam lubang berduri. Kembali lukaku berdarah. Tak ada obat lagi yang mampu menyembuhkannya, kecuali hatiku sendiri.

Sungguh aku tak mampu wahai angin...
Biarkan aku menikmati sepoimu, namun tidak untuk indahmu yang mampu menerbangkan aku ke langit biru. Karena segala keindahan yang tampak dan aku rasa saat ini, hanyalah keindahan yang absurd.


Nai 250606/12.25hrs
unai @ 7:16 PM -

6 Comments:
  • At 9:17 PM, Anonymous angin said…

    absuditas keindahanmu tercipta atas kemauanmu memaknai masalalu dan masa depan sebagai tembok dan batu gendongan...
    mungkin ada yang terlupakan,
    bahwa langit bahkan tak punya masalalu dan masadepan, bahkan nama panggilan....
    ia keberadaan atas samudera kehampaan; bentuk immaterial.

     
  • At 10:04 PM, Blogger Maryulis Max said…

    Nai... lu kenapa? Ngucap Nai....

    Tetaplah kau huni rumah kayumu
    Biar angin tak lagi lukai dirimu
    nyalakan perapian dengan cinta
    agar harap dan asamu selalu ada
    bahwa langit biru itu memang indah...

     
  • At 3:13 AM, Anonymous irf said…

    weleh, suwe gak ketemu, tibake kowe isih seneng ber-mellow2 ria. piye kabare mpok? apik2 wae to?

    eh mpok, tau fky selesainya kapan? aku pingin nonton nih. sekalian mo hunting ampli di jogja. kemarin udah liat di crescendo sih. tapi pingin nyurvei tempat lain. kali aja harganya lebih murah.

     
  • At 12:19 PM, Blogger Nahria Medina Marzuki said…

    Mungkin
    kau bisa terbang tanpa harus terjatuh dari langit biru

    Mungkin
    hanya perlu kau memegang erat percayamu untuk tetap menikmati langit dari ketinggian

     
  • At 12:36 PM, Anonymous lucy said…

    betul kata angin Bun....:).

     
  • At 1:45 PM, Blogger unai said…

    Angin, Masa lalu dan masa depan mungkin bagimu tak ada. YAng ada hanyalah hari ini. Tapi...dari the day b4 today, dan hari ini...sedikitnya membuka mata untuk melihat hari di the day after today.

    Uda, indah sekali rumah kayuku itu da...

    Irf, weleh aku kok ra ngerti nek ono FKY..yuk nggolek ampli bareng...heheh aku wis iso lagu akeh le...kapan laguku dadi? miss u

    Yaya, langit dengan segala keindahannya membuai buai angan. Angin menerbangkan hingga ke puncaknya. dan ketika kehilangan pegangan..jatuhlah kita berdebam dengan luka tak terobatkan

    Lucy, angin bikin masuk angin ya Luc ;)

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007