...and the story begin
Bunga Terinjak
Thursday, June 08, 2006
 

Kuncupmu mekar di taman hati
Indah diantara perdu
Semak melukai dan onak yang menghalangi
Tak hirau kau tetap berdiri
Menegakkan tangkai bungamu yang letih tak bertepi

Lalu, ilalang liar berduri itu datang menghalangi
Merampas lahan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhmu
Kau kekeringan di ladangmu sendiri
Banyak hujan, tak hinggap di daunmu yang terlanjur mengering, kaku...
kau biarkan saja hampir seluruh tubuhmu mati
Berkelambu haru

Masih dalam hening malam itu
Berteman langit abu abu, nova bintang terang itu
Juga sepotong bulan yang pasi
menggerogoti hatimu yang seolah sendiri
Aku terduduk sembari memunguti serpihan beling itu
Muasal dari cerminan diri yang kau pecahkan
Perlambang kekalutanmu
Melukai hati dan jiwamu...
Meluluhlantakkan rasa di hatimu
Menyublimmu menjadi pesakit sejati
Menelikung saraf dan akal budi

Berlarilah saja
Jangan kau mau terinjak lagi
unai @ 6:19 PM -

10 Comments:
  • At 11:31 PM, Blogger ipal said…

    tapi aku tak sanggup berlari
    aku butuh orang memapahku
    dan meluruskan jalanku

    membuang serpihan kaca itu
    terlalu sulit....
    aku tak mampu sendiri tolonglah aku

     
  • At 5:44 AM, Blogger Sisca said…

    Mbak Unai, bagaimana bunga bisa berlari tanpa bantuanmu???

    *interprestasi rendah*

     
  • At 1:47 PM, Blogger Maryulis Max said…

    bunga yang terinjak
    pernah indah lalu mati...
    meninggalkan regenerasi
    tuk selalu memberi arti

     
  • At 2:58 PM, Blogger unai said…

    Ipal :Ketika jiwa tertindih sesak, dan kita seperti bunga terinjak...pernah indah, tapi untuk apa lagi, sudah tak berarti

    Sisca : Hmmm akan aku bawa kau berlari :)

    Uda Marx : betul sekali, kadang belum sempat menebar wangi

     
  • At 4:17 PM, Blogger buderfly said…

    berlari mengingkari kodratnya sebagai bunga?
    Akarnya meneracap jauh kedasar bumi,
    berlari berarti menimbulkan kerusakan disekitarnya

    meski terinjak dan tangkainya lelah tak bertepi ia tetap berdiri
    sampai saatnya, hujan dan matahari datang membawa kehidupan
    menumbuhkan tunas tunas baru pengertian...

    bahwa memang begitulah cerita kehidupan...

     
  • At 5:26 PM, Blogger unai said…

    Buderfly: bunga kecil itu akarnya tak lah terlalu dalam menghujam bumi. Tak akan menimbulkan kerusakan bagi leingkungan sekitarnya bila ia berlari.
    karena memang sudah seharusnya berlari. Bukankah banyak pilihan dalam hidup ini?

     
  • At 10:56 PM, Blogger WeSy 'CiCi' said…

    mbak, bunganya warna kuning ;)
    i love it!!!
    hehehe :D

     
  • At 5:23 PM, Blogger Madame Butterfly said…

    biarlah semuanya menjadi abu-abu

    walau sendiri dalam tepian sepi
    tak ingin lagi ku bercermin pada diri
    membiarkan semuanya berjalan dalam duri

    asal ku dapat terus berlari bersama iramamu

     
  • At 6:24 PM, Blogger It's just me said…

    sungguh pecundang
    yang tak sanggup bedakan khayalan atau kenyataan
    mungkin dia tahu, namun biar dia tepiskan
    karena sebatas khayalan hanya akan menyakitkan

    berlarilah...
    agar tak kaki ini menginjakmu lagi...

     
  • At 12:15 AM, Blogger Ely said…

    wow...foto2 sunsetnya cuantikkk sekali.

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007