...and the story begin
Tuesday, May 23, 2006
 


Fajar membuka hari
Menggantung harap di puncak tertinggi
Memaksaku untuk segera meraih hari
Jangan sampai terlewati
Tanpa sesuatu yang berarti

Matahari membakar langitku siang ini
Mencipta fatamorgana di setiap sudutnya
Menawarkan indah yang tak nyata
Memaksa aku untuk melompat ke dalamnya

Kita kelelahan,
Meski kita masih memiliki beberapa kerat roti sebagai bekal
Namun tidak untuk dahaga kita
Duduklah dulu di sini
Di bawah rindangnya mahoni
Menghirup wangi dari kelopak kecil berwarna kuning ini
Yang gugur berserak di tepi

Bayu menautkan kita
Hati kita

Yakinlah
Senja masih indah untuk kita nikmati berdua
Memandang kaki langit berwarna saga
Membuat prasati dalam setiap peristiwa
Lara dan luka sebagai obatnya
Canda dan tawa adalah penyempurnanya

*jangan lelah bibir berucap doa...kita kan selamat sampai ke sana
*Yogyakarta, 18 Mei 2006.
unai @ 4:45 PM -

9 Comments:
  • At 6:23 PM, Blogger buderfly said…

    This comment has been removed by a blog administrator.

     
  • At 9:36 PM, Blogger dahanpinus said…

    bila hati telah lompat bersama ketiadaan
    lalu canda dan tawa jadi kebiasaan
    jalan apa yang ditempuh agar ada yang beri harapan?

     
  • At 3:56 AM, Blogger It's just me said…

    nantikan siang menjelang
    meski sebentar berganti petang
    pun petang datang untuk menghilang

    mentari,
    angin beriku titipan untukmu
    satu saja peringatan
    genggam erat harapan akan kebersamaan
    ...selalu..

     
  • At 8:09 AM, Blogger imgar said…

    dalem..
    saya amat suka pagi.

     
  • At 2:38 PM, Blogger Rara Vebles said…

    Doa adalah harapan..
    Tiba dg selamat "di sana.."
    Semoga..

     
  • At 3:10 PM, Anonymous Anonymous said…

    hai sis, met wiken yaa.. terus berkarya dengan kata2mu :)!!

    tuteh--

     
  • At 3:51 PM, Blogger .n.a.n.a.t.e.r.b.a.n.g. said…

    maka bergandengan tanganlah..
    agar aq bisa menopangmu saat kau lelah...

    btw, senjanya indah skali...

     
  • At 5:04 PM, Blogger Nahria Medina Marzuki said…

    mbaaak, sekerat roti emangnya kenyang yaa? hihihihi...

     
  • At 2:04 AM, Anonymous Tina said…

    wahh.. puisinya kerenn... terhanyut nih aku..

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007