...and the story begin
Tuesday, June 06, 2006
 







Seseorang diseberang angan
Berbingkai halimun kefanaan
Tak tereka bentuk
Yang ada hanyalah jelmaan keindahan
Dalam lantun kata
Dan rangkaian puisi yang mengusung imaji
Berlari meski timpang kaki, tak menghalangi

Jejak yang kau tinggalkan
Di hamparan pasir putih dikepung buih
Di helai nyiur tertiup sepoi
Di setiap pendar pandangan dan hela nafas kepenatan
Ada dalam ketiadaan

Seseorang di seberang angan
Menatap langit dari kejauhan
Meluahkan rasa lewat detik yang bergulir perlahan
Dan dingin angin malam
Juga awan awan yang ikut menyaksikan

Secawan madu, dari bunga liar yang kau kumpulkan
Mampu bangunkan dari tidur panjang
berhias mimpi buruk melelahkan

Kau yang diseberang angan
Di sana...
Mengulum senyum getir dalam ejaan

*Bernyanyilah bersamaku di sini, lepaskan lelahmu sejenak.
Jangan kau telan getir itu sendirian...
Berikan secawan untukku, bahkan aku sanggup menelannya lebih banyak jika itu mampu membantumu.
Mengembalikan harimu, mewarnai lagi langitmu hingga tidak melulu biru dan kelabu.
unai @ 9:00 PM -

10 Comments:
  • At 11:44 PM, Blogger Nahria Medina Marzuki said…

    Seseorang di seberang sini
    ingin mengembalikan harapanmu yang putus ditelan duka

    Seseorang di seberang sini
    tak akan membiarkan senyummu tertutup derainya airmata

    Seseorang di seberang sini
    menginginkan hatimu tidak akan biru lagi
    ..biarpun langit tetap membiru

    Seseorang di seberang sini
    begitu menyayangimu

     
  • At 12:49 AM, Blogger It's just me said…

    Secawan telah ku berikan
    Berharap untuk mu tak mematikan
    Pudarkan warna yang terlanjur meresap dalam
    Tidak...
    Bukan mematikan
    Namun cukup memabukkan

    Coba satu tegukan
    Kau akan lihat bagaimana ku sombong disini
    Menatap mendung yang membawa harga diri
    Hanya demi satu mimpi
    Kosong….tak bertepi

    Simpan saja secawan yang pernah kubagi
    Simpan untukmu sendiri……
    Atas cinta yang kumiliki, sungguh tak bertepi

     
  • At 2:29 AM, Anonymous windede said…

    jangan lupa, kalo habis minum cawannya dicuci.... :p

     
  • At 12:40 PM, Blogger yoshi said…

    konnichiwa.
    fotonya indah sekali.

     
  • At 3:08 PM, Blogger ipal said…

    wahhh .... para penyair sudah mengeluarkan taringnya kembali horeeeeeeeeeee.....

     
  • At 3:10 PM, Blogger buderfly said…

    setitik debu dilautan udara
    menjelajah ketidak pastian dalam pasungan masalalu
    membawa letih yang jadi nyawa

    tak hendak menginjak tajam karang bumi
    sebab dilangit tempatnya berada
    ia bagikan sejuk bagi pejalan punguti usia...

    mentari menjadi pemandunya kini
    hangat bersemayam dalam angan karatan
    menyemaikan kembali akar akar ilalang
    jadi ephitap di rute masa depan...

     
  • At 7:28 PM, Blogger Madame Butterfly said…

    letih dan dahaga telah mengurungku
    bila tak bisa ku telan sendiri
    adakah bisa dapat ku gapai seseorang di seberang angan sana ?

    tak akan ku biarkan kau telan pula getirnya nadiku
    ku hanya ingin kau selalu bersenandung untukku
    mengembalikan lagi hariku, tak melulu biru dan kelabu

     
  • At 4:13 PM, Anonymous dahanpinus said…

    seseorang dengan kebijakan tak akan rela berbagi kepedihan, meski dengan seorang lain yang dekat jiwa bersebelahan

    keindahan bukan lahir dari penindasan, juga memaksa jiwa bersebelahan untuk merasakan kesakitan. jika kau rela serta merta kau rasakan tanpa kau minta berbagikan.. tanpa kau pinta

    ataukah anggur, kelabu atau biru... biar masing2 jiwa bersebelahan yang gunakan untuk apa saja yang diyakini.

    semakin jauh kau berusaha rasakan dengan empati terdalam
    semakin kelelahan ragamu habis padam

    biarkan saja, kau akan rasakan serta merta...
    seperti kau lihat suatu pohon yang oleh indera buruk rupa
    sabar saja, kau rawat bina suatu masa dia akan berbunga pohon hujan emas yang tak kau kira.

     
  • At 5:42 AM, Blogger Sisca said…

    aku juga berada di kejauhan, tapi aku ragu apakah diriku yg dimaksud ...*dasar gak putis !!!!

     
  • At 3:15 AM, Blogger alee said…

    tapi nyanyianku terlanjur sumbang
    aku tak mau nanti,
    menyakiti telingamu,
    bidadari...

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007