...and the story begin
KEMUDIAN....
Monday, January 14, 2008
 

Matahari sudah lebih dulu meninggalkan kami (saya dan Cici) yang masih termangu di tepi pantai. Masih nampak semburat ungu di langit barat itu, membuat saya tak hendak beranjak. Air kelapa muda yang dingin, sudah sejak lama tandas. Hari mulai gelap, dan kami beranjak meninggalkan pantai.

Di tengah hiruk pikuk kota yang penduduknya sangat tak patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas, membuat saya takut meminjam motor ini lebih lama.

Saya memilih mengembalikan motor kepada pemiliknya dan berkunjung ke kantor surat kabar kriminal terkemuka di kota itu. Berjabat tangan dengan mereka, para pemburu berita, menyelainya dengan tawa, dan menutupnya dengan menikmati Mie Padang (kalau ada Mie Aceh, mengapa tak ada Mie Padang?), yang tak jauh dari kantor koran kriminal itu berada.

Eits..jangan mengira wartawan koran kriminal itu bertampang kriminal juga loh...
Pitos,mematahkan anggapan itu. Dia adalah wartawan murah senyum dan penuh gelak tawa ini mampu mencairkan suasana.

Di lapau itu, saya pesan mie rebus atas rekomendasi Uda, yang sejak jauh hari berjanji akan mengajak saya makan di sini jika saya tiba, Cici pun tak kalah ingin mencicipinya, dan sang pemberi rekomendasi tak afdol bila diapun tak menjadikannya menu makan malam saat itu, sementara Pitos, dia memesan seporsi martabak mesir.




Begini cara saya menikmati rebus yang berbeda dari mie yang biasa saya makan. Mie dengan kuah merah, kaya dengan bumbu rempah, dilengkapi dengan kerupuk merah dan slada. Semula saya ragu untuk menghabiskannya, melihat penampilan dan porsinya yang besar itu. Tapi ternyata mie rebus ini highly recomended banget, mak nyusss kalau kata Bondan. Tak salah kalau Bapak ini memaksa saya mencobanya.

Jadilah malam itu kami lewatkan dengan ngobrol hinga larut. Ups..maaf jika saya menculik kalian di tengah deadline. Seharusnya kalian di kantor saat itu :).

Malam itu, saya berdua Cici menghabiskan malam dengan ngobrol panjanggg, sampai mimpi indah menjemput kami berdua. Luv u Ci....

*) bersambung
unai @ 1:44 PM -

9 Comments:
  • At 4:16 PM, Anonymous ia said…

    katanya takut gempa, kok tetap bisa mimpi indah? hihihi

     
  • At 6:05 PM, Anonymous aprikot said…

    episode kedua nich? ditunggu episode ketiga bun

     
  • At 7:10 PM, Anonymous annots said…

    Bunda, kayaknya seneng banget ya disana, apalagi ditambah masih nyambung internet wah perjalanan yg amat sangat menyenangkan :D

     
  • At 8:12 PM, Blogger unai said…

    @Ia: Ada cici, takutnya jadi kubagi :)

    @Aprikot : hehe iya siyap besok publish deh ;)

    @Annots: Seneng banget Nots, sayang gak ada Alif...kangen banget dibuatnya

     
  • At 8:31 PM, Anonymous cici said…

    iya, nih, mb unai komen terus soal pengendara sepeda motor di padang yg ngebut2. maaf ya, bun. tapi begitulah padang. mereka berasa punya nyawa 10 kali. hihihi...

     
  • At 8:41 PM, Blogger unai said…

    @Cici: fyuh tegangnya gak habis habis mengendarai motor di medan yang sama sekali aku buta...navigatornya suara kecil pula, untung kita ndak tabrakan yah ci ;)

     
  • At 2:01 PM, Anonymous fa said…

    nunggu sambungannya ah, soalnya cerita mbak unai pasti slalu menarik :D
    *nyiapin cemilan*

     
  • At 2:24 PM, Blogger unai said…

    @Fa: haha lebih menarik lagi kalo ada kamu Fa...:)

     
  • At 7:50 AM, Anonymous Anonymous said…

    perlu memeriksa:)

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007