...and the story begin
CINTA TAK LEKANG
Friday, December 02, 2005
 

Aku Ningsih, lengkapnya Ningsih Prastya Asih.
Entah apa yang menginspirasi kedua orang tuaku untuk memberikan nama itu padaku.
Aku berdarah jawa asli, itulah sebabnya aku berkulit gelap, dan belakangan aku tak lagi bisa melihat warna kulitku.
Bahkan semuanya....

Aku tersentak, terbangun dalam hayalku tentangmu...dikejutkan suaramu, tanpa mampu menoleh aku masih menundukkan kepala, menyimpan titik bening yang nyaris jatuh.
Aku sudah menantimu di sini, ratusan menit yang lalu.
Di taman kecil di sudut kompleks perumahan ini kita sering menghabiskan senja, sekedar memberi remah pada ikan-ikan kecil di kolam ini,
duduk di bawang angsana, melihat awan dan menebak bentuknya, serta menertawakan angsa yang bercumbu dengan pasangannya.
Sayang, semuanya tak dapat aku nikmati lagi, sejak aku kehilangan penglihatanku hampir dua tahun yang lalu.
Dan kamu...pergi disaat itu, menyelesaikan studimu di negeri kincir angin.

"Kenapa kau datang lagi, disaat klimaksku melupakanmu?", bisikku masih dalam lirih.
Aku tak tau', apa responmu saat itu, yang ku tau kau seperti mendekat duduk menghadap ke arahku, lekat...

"Ning, sungguh aku tak ingin pergi"
"kenapa?"
"entahlah..."
Kami diam...dalam hitungan puluhan menit. Hanya debur ombak di hati kami yang tak mampu dibendung gemuruhnya.
"Al..,pergilah..., toh aku tak mampu membiarkan kamu mengasihaniku seperti ini"
"Aku tak mampu Ning, bukan karena ibaku, percayalah..."
"Tidak Al, buang jauh pikiranmu, kuburlah impian kita dulu". Tegas aku katakan padamu, seperti hendak menutupi dustaku...Aku ingin sekali bersamamu Al...
"Ning, apapun yang terjadi, tak kan mampu merubah hatiku, biarkan aku mencintaimu Ning, seperti dulu..."
Kenapa di saat seperti ini aku berusaha untuk menepismu, sementara di sisi lain hatiku menginginkanmu...
"Aldy...,mengertilah..."
"Apa yang harus aku mengerti Ning, aku mencintaimu...sungguh..., apa itu tak cukup buatmu?"
"Cukup Al, lebih bahkan...tapi aku bu..", kamu langsung menutup bibirku dengan telunjukmu, seakan tak ingin aku meneruskannya.
"Tidak Ning, kamu terlalu sempurna buatku"
"Kalaulah saat ini matamu tak lagi mampu melihat, setidaknya hatimu mampu meraba sedalam apa cintaku padamu"

Kembali kami terdiam, dalam ratusan menit...berlalu...

"Aku tak cantik, buta bahkan, dan kamu..."
"Cukup Ning..."

Kudengar kamu beranjak, menjauh dari dudukku.

"AKU TAK PERDULI KAMU BUTA, AKU TAK PERDULI...!!!"
"AKU MENCINTAIMU ..."

Lantang suaramu, mengejutkan aku...
"Apa kamu ingin aku berteriak sekali lagi...biar seluruh penghuni kompleks ini mendengarnya?"
Kali ini lirih, hampir tak terdengar.
Perlahan, kamu menggamit jemariku, dan aku membiarkannya...sambil berusaha mengatur debur yang menghempas-hempaskan karang hatiku.
Kau semat cincin di jari manisku...

"Would you like to marry me, honay?, trust me babe...,no one else accept you,"
Kau kecup tipis jemariku...

Aku tak mampu berkata...membiarkan butiran bening merambati pipiku, tak hendak aku menyekanya.
Aldy...bertahun aku di sini, menantimu penuh harap...dalam detak tak menentu...
dalam tanya yang tidak berjawab, dalam waktu yang enggan menunggu...
Meski tlah sekuatku mencoba meleburmu menjadi angan...
Kini kau datang, membawa cinta yang dulu...tak berkurang, sedikitpun.

"Kamu mau kan...sayang...?" lagi kamu mengagetkan aku.
"Aku menginginkanmu, lebih dari sekedar kata, Ning"
"Dengan kondisiku seperti saat ini, Al?"
"Apapun itu.."

Senja menjelang...mentari beringsut tenggelam...
Meninggalkan jingga di ufuk sana...
Mengguratkan jawab yang bertahun kunanti ...
Aldy berdiri di belakangku, memutar balik kursi rodaku
Berdua kami menyusur setapak mungil dengan sungging yang tak lepas bergayut di bibir kami...
Meninggalkan taman kecil di sudut kompleks perumahan ini.

"Cinta kan membawaku kembali, Ning"
Bisikmu di sela langkah kaki yang membawa kita pulang

"Akupun begitu Al...sejak dulu..tak lekang"
unai @ 1:32 AM -

7 Comments:
  • At 10:34 AM, Blogger Nahria Medina Marzuki said…

    Huhuhuhuhuu...sediiiiih........

    Kereeen mbaaaak.... *nunduk kagum

     
  • At 5:55 PM, Anonymous windede said…

    rada "cengeng" dikit sih buat aku hehehehe :p

    but... romantic laa...

     
  • At 8:55 PM, Blogger Nahria Medina Marzuki said…

    Cintaku buatnya
    memang belum usai

    masih ada

    sampai...

     
  • At 12:06 AM, Blogger mimimama said…

    ditunggu launching novelnya!
    :D

     
  • At 1:56 PM, Blogger unai said…

    huhu..baru nyoba2x YA, WIN..ho'oh cengeng be'eng..., MIMI tayang...hehe launching? hahaha

     
  • At 5:24 PM, Anonymous Anonymous said…

    weleh.. ternyata bakat bikin cerpen to?
    terus diasah aja ya, entar kalo udah diterbitin bakal tak review di blogku :D
    hehehe..

    Q

     
  • At 6:36 PM, Blogger unai said…

    Weleh Q,kalo mo direview ma kamu...gak jadi ah...malah analisa kamu lebih bagus dari karya aku ndiri hihihi...thanks ya Q

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007