...and the story begin
Ujung Rindu Telaga Ganggang Hijau
Monday, May 01, 2006
 
Pokok yang dulu menjulang, kini rebah ditepian
Lapuk terbakar matahari, tersiram hujan
Beberapa rantingnya masih menjuntai, tanpa daun hijau
Kering meski disekitarnya dirimbuni semak

Angin senja meriakkan telaga ganggang hijau di hadapannya
Di tepian rimba bersemak
Di dekat pokok pohon itu
Menampar wajah pasi, menggerogoti sunyi

Ku petik beberapa bunga rumput liar berwarna ungu
Ku petik juga yang kuning, dan merangkainya
Sekedar teman senandungku hatiku
Yang lirih nyaris tak terdengar

Aku mematut diri
Bercermin pada telaga ganggang hijau yang beriak
Aku tau ia tak dalam
Tak kutemui aku di sana
Hanya siluet bayang yang bergelombang

Kupejamkan mata letihku
Berharap kau mengerti
Aku tlah menanti hingga letih
Di sini
Di ujung rinduku
Di telaga ganggang hijau
Tempat dulu kita selalu bertemu
unai @ 6:45 PM -

17 Comments:
  • At 9:46 PM, Blogger It's just me said…

    Di sisi lain..
    Hamparan bunga teratai indah mengambang
    Tepat saat purnama datang
    Tersenyum meski tak satupun hiraukan
    --Pasti terlepas dari pandang--

    *Tatap ke sisi lain
    Agar senja hari ini segera terlewatkan*

    Bunda...makin keren bikin puisi na ;)

     
  • At 10:30 PM, Anonymous reena said…

    baca puisi mba unai ... spechless ...
    dengerin suara lembut mba unai ... spechless ...

    nanti akan kubuat mba unai spechless begitu ngeliat reena. ga jelas seh, manusia apa orang (lho?!) ... :P

     
  • At 12:13 AM, Blogger Nahria Medina Marzuki said…

    Usah lagi menantiku

    aku masih ada
    di sini

    di hatimu

     
  • At 5:54 AM, Blogger alee said…

    pilihan kata dalam puisimu menarik...

     
  • At 5:54 AM, Blogger alee said…

    pilihan kata dalam puisi2mu menarik...

     
  • At 5:13 PM, Blogger Aal said…

    Wahh...unai *bagus* jadi lil bit minder..hehehe

    Nai..ada banyak puisi ttg Tuhan dari versi hamba pendosa...Berminat?
    aku kirim lewat emailmu..MAu?sok atuh kirim alamt emailnya

     
  • At 7:04 PM, Blogger Tiwi said…

    Unai, kalo capek jangan lupa istirahatnya.

     
  • At 7:51 PM, Blogger buderfly said…

    kelak, jika senja berlalu dan hujan tinggal mengambang diudara, akan tumbuh benih baru dari pokok yang rubuh layu, pertanda tak sia sia bangkai waktu yang berserak sepeninggalmu, unai...

     
  • At 1:19 AM, Blogger Sisca said…

    Ganggang hijau berlumut di telaga
    Penantianmu tidaklah sia sia
    Bila engkau kembali satu ketika
    Akan kau dapati diriku menunggu disana :)

     
  • At 1:06 PM, Blogger Madame Butterfly said…

    duuh speechless !!!

     
  • At 1:07 PM, Blogger Madame Butterfly said…

    kapan-kapan ini puisi tolong dibacain langsung kali yaaaah...biar makin syahdu oleh suara lembutmu ituuuuu...huhuhuhu...

    *mana tahaaaaaan...

     
  • At 5:18 PM, Blogger Bverly said…

    judul aja yang udah keren apalagi isinya..cia you Nai...

     
  • At 5:55 PM, Anonymous Ken said…

    Duh...Jeng, top bgt tuh...
    Salutss

     
  • At 6:27 PM, Blogger mutiara nauli pohan said…

    btw telaga ganggang hijau itu tepatnya berada di mana yah :D

    keren bangetttt....
    romantiss tisssss

     
  • At 9:15 PM, Anonymous ms. g said…

    next kumpulan puisi nai? *wink*

     
  • At 9:39 PM, Blogger langit biru said…

    di telaga hijau yg dulu kita biasa nyari ikan gapi yg nai...
    itu buat umpan ikan arwanaku...:D

     
  • At 6:53 PM, Anonymous Anonymous said…

Post a Comment
<< Home
 
 
Profile

unai - Yogya, Indonesia
Sebelum kita mengantarkan mentari pulang ke peraduan, mari buka tirai sejenak, agar angin menelusupkan damai...meninggalkan rahasia..entah untuk siapa??? UNTUKMU ???
My profile

 
tag here please
Free shoutbox @ ShoutMix
 
 
Guys Next Door
 
Other Side of Me
 
 
Hobbies
 
Previous Post
 
Recent Comments
 
Archives
 
credits

BLOGGER


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62
Lomba Hut ke-3 Blogfam

Tour de Djokdja

Pesta Blogger 2007